Brawijaya Forum
Forum Main Menu
Current Forum Spec.

 
Serba Serbi
Forum ini untuk menampung diskusi di luar topik yang ada
 
Akses: Public
Moderator forum: webmaster, UPPTI UB, Helpdesk UPPTI
Ternyata Adam Dilahirkan - Brawijaya Forum - (1)
Brawijaya Forum / Serba Serbi / Ternyata Adam Dilahirkan
. 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . 7 . 8 . 9 . 10 ... 22 . 23 . >>
Pencetus Tulisan
RipT
# Postingan: 23 Jun 2007 08:28
Balasan 


Malam nanti, Sabtu tanggal 23 Juni 2007 pukul 19.00 WIB, di gramedia matos akan diadakan launching buku baru, dengan judul Ternyata Adam Dilahirkan karangan Agus Mustofa klo ga salah..
Sempat membaca sinopsis singkat tadi, dia berbicara masalah DNA ato apa gitu di sampul depannya..

gimana menurut teman teman tentang buku itu?
ada yang sudah baca?

harganya klo ga salah Rp. 50.000,- dan dimasukkan daptar buku terlaris saat ini ato apa gitu.. klo menurutku harga segitu kemahalan untuk buku se tipis dan kecil seperti itu..

Jadi penasaran pengen tau isinya...

merdeka+
# Postingan: 23 Jun 2007 21:03
Balasan 


nggak jauh beda ma buku2 sebelumnya
kontroversial...

tak hanya dari judul
tapi juga dari isi

orang2 yang mengatakan "ini pembaharu" akan senang
tapi bagi saya
ia tak lebih orang yang ilmunya dangkal yang coba menulis buku... dan isinya... yah.... (mungkin) memuaskan akal namun kurang di hati...
dan tentu saja tidak sesuai dengan nash-nash dan apa yang kemudian diajarkan oleh Rasulullah pada kita.

karena masalah2 seperti ini, seperti bukunya dulu Akhirat Tidak Kekal, ini menyangkut masalah akidah.. sehingga tidak bisa main-main.


sebuah pertanyaan singkat,
Apakah Rasulullah mengajarkan seperti itu pada kita?
apakah para sahabat yang sudah terjamin masuk syurga pun memiliki pemahaman seperti itu?
silahkan dijawab....


maaf.... kalau salah
salam Merdeka!!

mab
# Postingan: 25 Jun 2007 01:23
Balasan 


menurut saya sih ni buku cukup layak diperhatilan sbg pengembangan teorisejarah
kt tahu bersama slma ini teori yg ada kurang diterima masyarakat yg berpegang pd ajaran nabi
thanks

D M
# Postingan: 25 Jun 2007 03:13
Balasan 


dimana pun dan kapan pun, yang namanya manusia kaloudah bingung, pikirannya mentok!!!
Setan ngomong pun akan didengerin.
apalagi ada hal yang baru dan rada2 aneh!
"Ternyata Adam Dilahirkan"
meskipun aku sendiri belum baca bukunya, tapi kelihatannya kata2 "Dilahirkan" disini masih perlu di kaji lagi, apakah dialhirkan dari sesuatu yang ada sebelum Adam, atau dilahirkan dari sesuatu yang mirip dengan Adam, atau mungkin dilahirkan layaknya manusia (baca : bayi) dilahirkan.
terlepas dari itu semua, setiap manusia berhak memikirkan dan berkata apapun, apalagi cuman menyangkut manusia lain dalam hal ini Adam. secara pribadi saya menggangap tulisan tersubt cuma sekedar Rasan2.!!

bejat budiman
# Postingan: 25 Jun 2007 06:16
Balasan 


Salah satu kekuatan agama Islam ini justru terletak kepada sistem konservasi keaslian teks suci dan juga adanya mekanisme ijtihad dalam menafsirkan teks agama (=yg dalam hal ini adalah wahyu, dalam bentuk nash2 Qur'an atau hadist).

Tidak ada agama lain di dunia ini yang sehebat Islam dalam menjaga keaslian Al-Qur'an, kitab suci mereka. Selama ribuan tahun umat Islam masih mempu menjaga keaslian kitab suci mereka, bahkan sejak pertama kali naskah ayat2 suci tsb turun. Mereka memiliki metode2 khusus yang telah terbukti kehandalannya dalam menjaga keaslian teks Al-Qur'an. Salah satunya adalah dengan dihafalkan. Para hafidz inilah yg bisa menjadi referensi hidup dari keaslian teks Al-Qur'an dan al-hadist.
Kedua, Islam juga mengakui adanya ijtihad sebagai salah satu sumber hukum. Ijtihad inilah yang akan mengantarkan agama besar ini selalu up to date, tidak ketinggalan jaman seperti ajaran2 agama lain yang cenderung dogmatis. Bagi saya, karangan Agus Mustofa di atas janganlah dipandang sebagai upaya2 untuk menghancurkan akidah Islam, akan tetapi lebih berarti upaya ijtihad dia dalam menerjemahkan ajaran Islam di kehidupan kontemporer ini. Dan sebagai sebuah ijtihad, kebenaran dari ijtihadnya tersebut belumlah dapat kita terima sepenuhnya, karena masih perlu dirumuskan bersama dengan para ulama sholafus sholeh yg lain utk mendapatkan pengakuan secara menyeluruh dari umat Islam Indonesia.

merdeka+: sebuah pertanyaan singkat,
Apakah Rasulullah mengajarkan seperti itu pada kita?
apakah para sahabat yang sudah terjamin masuk syurga pun memiliki pemahaman seperti itu?
silahkan dijawab....


Sahabat Umar Bin Khattab mengajarkan kita untuk berbuat bid'ah yg baik, yaitu dengan mengubah jumlah rakaat sholat tarawih ajaran nabi Muhammad yg hanya 11 rakaat, menjadi 21 rakaat seperti yg dilakukan saudara2 muslim NU. Bagi saya, itu bukanlah bid'ah, tapi lebih merupakan sebuah ij'tihad bagi kemajuan hukum agama Islam dalam kehidupan beribadah umat muslim.

Kita justru lebih banyak lagi membutuhkan muj'tahid2 muslim baru di era teknologi & informasi guna menjawab persoalan2 agama di bidang sains, seperti kloning, thalak lewat sms, pengadilan lewat audio visual (tanpa tatap muka langsung). Atau mungkin juga kita butuh ahli agama yg bisa menjawab, "bagaimana hukumnya sholat jamaah berimam pada sholat jum'at di mekkah tanpa harus datang langsung ke mekkah, karena kita bisa lewat layar monitor home theater?"

Rasulullah memang tidak pernah mengajarkan kita bagaimana menghadapi pertanyaan umat ttg thalaq lewat sms (karena emang blun ada HP boooo..), tapi dasar2 pemikiran ijtihad sudah beliau tanamkan sejak dulu. Warisan dasar2 inilah yg harus kita gunakan untuk menjawab tantangan jaman ini bagi kehidupan kita di jaman ini.

bogey
# Postingan: 27 Jun 2007 01:52
Balasan 


@bejat_budiman:
Setuju dgn Anda. Ijtihad di masa sekarang memang sangat2 dibutuhkan mengingat sudah begitu berbedanya kondisi saat ini dgn kondisi pada jaman Rasul SAW. Namun, tentu saja ijtihad seharusnya dilakukan oleh org2 yg mampu untuk itu, gak bisa sembarangan org, apalagi cuman bermodalkan logika. Untuk bisa diakui dan diijinkan membangun rumah aja, org perlu punya ilmu untuk itu (secara akademis) atau setidaknya telah terbukti bisa membangun rumah (secara praktis). Ini yg seringkali membuat saya kurang setuju dgn pendapat2 dari rekan2 liberalis, walaupun gak semua.

Tentang buku Agus Mustofa. Kadang saya liat org ini cuman berniat cari sensasi aja. Saya pernah baca bukunya Ternyata Akhirat Tidak Kekal. Saya menyimpulkan isi buku itu tak lebih dari permainan kata2 saja. Gak ada ilmu baru atau pendapat baru. Walaupun begitu, gak ada salahnya membaca, setidaknya untuk menambah wacana dan wawasan baru. Menanggapinya pun dgn wajar aja, gak perlu terlalu berlebihan. Agus Mustofa justru merasa "menang" kalo kita jadi heboh, padahal isinya biasa2 aja sebenarnya.

joni_van_adams
# Postingan: 27 Jun 2007 04:54
Balasan 


Kayaknya emang sekarang banyak judul yang sensasional.

syarat buku laku adalah "judul yang kontrasosial"

maka jika anda penasaran dengan buku itu. berarti anda termakan sensasinya.

kanya sensasi plong aja...

SETUJU bro BOgey, mbaca aja biar tambah wacana.

tapi jangan sampai kemakan ma buku, saring isinya, jangan telan mentah2.


Wong_katrok
# Postingan: 27 Jun 2007 14:31
Balasan 


Menurut... menurut.. menurut... Walah saya menurut ajalah, bingung soale. Yang penting tetp damai and sholat 5 waktu ma sholat jumat jangan sampai ketinggalan. KEy...
Hidup islam, peace and love...

Adi
# Postingan: 28 Jun 2007 21:14
Balasan 


Info web site best seller di:
http://www.Religi21.blinkz.com/ dan http://www.forum21.blinkz.com/ ; tentang kebudayaan dan politik. Artikel2 didalamnya sangat dalam, tuntas, lugas, dan menarik. Perlu dan wajib dikunjungi serta dibaca, menambah kasanah pengetahuan kita. Buku2 diatas, mungkin jauh kalah kelas dibanding artikel-artikel dalam web site ini. Kami, satu kost, dibuat bengong setelah membacanya!!!

oki
# Postingan: 30 Jun 2007 02:41
Balasan 


Assalamualaikum wr wb..

Bapak / Ibu, sekarang sudah kami sediakan forum bagi pembaca buku-buku dari Agus Mustofa dan Taufik Djafri di website kami www.padmapress.com

Anda bisa langsung masuk ke forumnya :
www.padmapress.com/forum.htm

disana anda bisa berdiskusi mengenai semua hal yang berhubungan dengan buku-buku Agus Mustofa dan topik lainnya..

kami tunggu kehadiran anda disana..

Wassalamualaikum wr wb..

merdeka_pro
# Postingan: 30 Jun 2007 13:44
Balasan 



Sahabat Umar Bin Khattab mengajarkan kita untuk berbuat bid'ah yg baik, yaitu dengan mengubah jumlah rakaat sholat tarawih ajaran nabi Muhammad yg hanya 11 rakaat, menjadi 21 rakaat seperti yg dilakukan saudara2 muslim NU. Bagi saya, itu bukanlah bid'ah, tapi lebih merupakan sebuah ij'tihad bagi kemajuan hukum agama Islam dalam kehidupan beribadah umat muslim.

Kita justru lebih banyak lagi membutuhkan muj'tahid2 muslim baru di era teknologi & informasi guna menjawab persoalan2 agama di bidang sains, seperti kloning, thalak lewat sms, pengadilan lewat audio visual (tanpa tatap muka langsung). Atau mungkin juga kita butuh ahli agama yg bisa menjawab, "bagaimana hukumnya sholat jamaah berimam pada sholat jum'at di mekkah tanpa harus datang langsung ke mekkah, karena kita bisa lewat layar monitor home theater?"

Rasulullah memang tidak pernah mengajarkan kita bagaimana menghadapi pertanyaan umat ttg thalaq lewat sms (karena emang blun ada HP boooo..), tapi dasar2 pemikiran ijtihad sudah beliau tanamkan sejak dulu. Warisan dasar2 inilah yg harus kita gun



Ya, saya tahu, dalam Islam pun ada 3 sumber hukum yang utama
1. Al Quran
2. As SUnnah
3. Ijtihad.
ijtihad pun tak sembarang orang boleh asal bicara. Ijtihad harus ada ilmunya dong... masak akidah nggak beres, hafalan minim, fatwa dikit, eh dibilang mujtahid. tahu tempat dan diri lah tentu.

Namun masalahnya, hal-hal tersbut kalau kita lihat hanya berlaku untuk masalah-masalah Fiqh saja. dalam Fiqh pun kita mengetahui ada 2 tipe, yang tetap dan yang berubah-ubah. yang tetap semisal dari dulu sampai sekarang sholat wajib ya 5 waktu. Yang berubah2, semisal adzan dulu pakai suara langsung aja, sekarang bisa pakai amplifier

Dan perlu kita perhatikan bahwa yang saya maksudkan diatas, bukanlah maslaah-masalah fiqh seperti ini. melainkan masalah pemahaman terhadap Al Quran dan As SUnnah.

bagaimana kita bisa melihat dan mengkritisi sebuah dalil, bukan berdasar pada pemikiran para orientalis, melainkan selayaknya kita merujuk pada pemikiran mereka para pembangun pondasi Islam tersebut.

karena masalah pemahaman, erat kaitannya dengan masalah Aqidah. kalau pemahaman aja keliru, gimana mau enak? pemahaman apakah semisal adam dilahirkan atau tidak, akhirat kekal atau tidak, ini adalah wilayah2 aqidah didalamnya, yang jika kita ketahui, kita harus ber-ijma di sisi ini, tak ada compromise, semua umat Islam harus satu dalam naungan Aqidah.
b

bejat budiman
# Postingan: 3 Jul 2007 23:59
Balasan 


merdeka_pro:karena masalah pemahaman, erat kaitannya dengan masalah Aqidah. kalau pemahaman aja keliru, gimana mau enak? pemahaman apakah semisal adam dilahirkan atau tidak, akhirat kekal atau tidak, ini adalah wilayah2 aqidah didalamnya, yang jika kita ketahui, kita harus ber-ijma di sisi ini, tak ada compromise, semua umat Islam harus satu dalam naungan Aqidah.

Itulah masalahe... seringkali kita bingung menentukan, mana yang termasuk wilayah aqidah dan mana yang bukan. Dan sebagian dari saudara2 kita sesama muslim, seringkali menempatkan sebuah permasalahan menjadi masalah aqidah, padahal belum tentu demikian. Wilayah aqidah ini nampaknya bisa meluas/melebar kemana-mana, tergantung tingkat pemahaman kita masing2. Dan jika masing2 pihak ngotot pada pendapatnya, disitulah masalah kita sebenarnya. Masalahnya bukan pada perihal aqidah atau non-aqidah lagi, tapi masalah pola pikir penganut Islam. Justru pola pikir yg belum bisa menerima perbedaan, tertutup kepada argumentasi yg berbeda, dan mau dengan ikhlas menerima perbedaan pendapat inilah yg seharusnya ditumbuhkembangkan di tataran pola pikir kaum muslimin.

Itulah masalah utama kita sebenarnya.. dan itulah yg melemahkan persatuan kaum muslimin di seantero jagat... Padahal Islam datang menyatukan kabilah2 itu, Islamlah yg menyatukan suku2 itu. Bukankah Muhammad SAW yg menggelar sorbannya utk dijadikan pengangkat hajar aswad, sementara suku2 itu memegangi ujung2 sorban tsb? Mengapa justru kita yg saling bertikai, menghujat sana-sini saudara muslim sendiri, dan tidak mencontoh pada apa yg diperbuat Muhammad SAW?

So? back to laptop, masalah kelahiran Adam ini urusan aqidah atau bukan?

isin
# Postingan: 6 Jul 2007 10:51
Balasan 


cara bikin buku yg laris :
1. bikin buku yg isinya yahud top markotop mak nyusssss (di ID skrg jrg ada niey)
2. bikin buku yg judulnya kontroversial,biarpun isinya nglantur(bakat penulis pas2an)--> nah,di ID skrg lg ngetrend kaya gene

mus_plp
# Postingan: 8 Jul 2007 01:33
Balasan 


Buku Agus Mustafa.... it's good.
beliau membuka pikiran kita ttg kekakuan pemahaman agama kita slama ini, membuka cakrawala berfikir kita... aq pling suka buku MENGUBAH TAKDIR dan TAK ADA AZAB KUBUR....
tuk pak Agus.. truslah mengarang buku.....

.......

"_""
# Postingan: 9 Jul 2007 00:54
Balasan 


Iya tuh, ternyata dilahirkan. sekarang malah jadi dekan di brawijaya dan ngga perduli ma mahasiwa-nya sekaran

mr "M"
# Postingan: 22 Jul 2007 05:14
Balasan 


adam dilahirkan.... ?????
skrng dia ada di daerah aq...

Straightline
# Postingan: 5 Agt 2007 04:01
Balasan 


"Ternyata Adam di lahirkan".... kalo ini buku, pasti bikinan org Indonesia. Negeri yg sdg terpuruk, yg baru mendptkan liberalisasi pers, yg sulit cari duit, yg sdg mencari identitas bangsa. Ya, judul2 spt itu menjadi "barang jualan" yg bisa laku di negeri yg sdg spt ini.

Kalo pun ada defensive proof nya, theory ini lebih gila dari Darwin yg bilang Manusia adaptasi dari Kera... Yg pasti, manusia diciptakan ada yg jelek ada yg cakep.... kalo kebetulan yg ditemuin kerangka tengkorak manusia yg jelek mirip tengkorak kera terus dibilang kera, ini ilmuan ngawur namanya. Kalo org yg jelek udh campur dgn yg cakep, keturunannya juga ntar punya tengkorak cakep.

Khusus mengenai buku ini "Ternyata Adam dilahirkan" membuka diskusi yg meletihkan yg sama letihnya dgn mendiskusikan "Lebih mana dulu, Telor apa Ayam...?" Udh tau muter koq dibahas... ya tambah muter.... Pernyataan "Ternyata Adam dilahirkan" itu sama saja dengan menyatakan apakah ada Pencipta Manusia? Wah, Agus Mustofa ini piye toh...? Ngga beragama apa...? Semua agama sepakat Adam diciptakan tidak dilahirkan.

Kalo manusia dilahirkan dan tidak diciptakan, maka manusia tidak memiliki pencipta, yg berarti manusia tidak ber Tuhan. Sepertinya buku ini hasil perjuangan pemikiran dari seorg yg letih mencari Tuhan.

Saran saya utk Mas Agus Mustofa: Mas, bertemu Tuhan itu dgn bersyukur kepada Tuhan karena nikmat yg diberikan. Nikmat itu dtg dari beribadah kpd Tuhan (bekerja, sembahyang, nikah, berumahtangga,dll). Lah, kalo mencari Tuhan itu hanya dgn mikir dan logika, keimanan kpd Tuhan tidak teruji mas. Kalo imanannya tdk teruji, piye toh bisa kenal Tuhan.


Salam

bukan "domba"
# Postingan: 5 Agt 2007 23:46
Balasan 


orang2 yang mengatakan "ini pembaharu" akan senang
tapi bagi saya
ia tak lebih orang yang ilmunya dangkal yang coba menulis buku... dan isinya... yah.... (mungkin) memuaskan akal namun kurang di hati...
dan tentu saja tidak sesuai dengan nash-nash dan apa yang kemudian diajarkan oleh Rasulullah pada kita.



Menurutku sich yang dangkal ilmunya adalah orang yang hanya mau menerima begitu saja tu ilmu, "di telan mentah2 bahkan bulat2", awas keselek lho..
Buku2 yang kayak gituan kan ga' bisa kita langsung cap salah ato bener, yach.. kembali pada diri kita masing2. Ilmu yang terkandung dalam buku itu (walau dikit nyeleh/aneh) termasuk ilmu tasawuf atau ilmunya para sufi. So hanya mereka yang ngerti.

Coba dech buat temen2, baca dulu bukunya baru kasih komentar. Seperti kata Tukul : JANGAN LIAT BUKU HANYA DARI SAMPULNYA AJA (JUDULNYA AJA)

Kayak buku TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL itu, kita ga'bisa langsung nyalahin ataupun benerin. Tapi kalo kita mau berpikir secara dingin, ternyata ada benernya juga. Kalo kita selama ini beribadah/beramal baik, hanya mengharap Syurga aja (kenikmatan akhirat aja) tanpa terpikir oleh kita tujuan dari ibadah itu sebenernya untuk apa, bahkan lupa ma Yang Nyiptain kita, maka kita sia2 saja walaupun kita udah masuk Syurga. Ingat dzikir terkenalnya Abu Nawas.
Toh kita ga'bisa nyalahin jika ada orang yang bilang : "semuanya itu akan binasa, yang kekal hanya Allah".
Dunia maupun Akhirat itu kan makhluk, so bisa aja musnah.
Tapi salahnya Agus Mustofa itu, dia tidak berpikir kalo yang baca bukunya itu tidak hanya kalangan sufi aja, tapi semua orang bisa baca. Yach, tar ujung2nya kayak Siti Jenar.
Yang pasti :

Coba dech buat temen2, baca dulu bukunya baru kasih komentar. Seperti kata Tukul : JANGAN LIAT BUKU HANYA DARI SAMPULNYA AJA (JUDULNYA AJA)

Vadka Town
# Postingan: 11 Agt 2007 08:02
Balasan 


Perlu pengkajian dan pemahaman sejarah yang mendalam untuk dapat mengetahui dengan baik isi buku karangan Ust. Agus (Ternyata Akhirat tidak Kekal), opini ust. Agus yang didasarkan dengan fakta ilmiah dan didukung dengan nash al-qur'an cukup mengundang kontroversi akal, namun sekali lagi ingin saya tekankan, tidak segala hal bisa di 'logika' kan, jangan lupa untuk senantiasa meminta Petunjuk Allah akan kebenaran dan jalan yang lurus,....Yang pasti Al-quran adalah benar-benar kalam Allah yang wajib kita imani kebenarannya.

korban TU
# Postingan: 14 Agt 2007 21:55
Balasan 


Sayang, saya belum punya kesempatan utk baca buku tsb.. ada yg mau minjemin? ....

Akan tetapi kata "dilahirkan" pada jaman sekarang dengan jaman dulu jauh berbeda. Dahulu mendengar kata "dilahirkan" asosiasi pendengar langsung mengacu ke proses persalinan, yaitu dari rahim induk keluar ke dunia ini. Di jaman kemajuan teknologi biologi molekuler sekarang ini, kata "dilahirkan" menjadi beragam arti, tidak harus melalui rahim seorang induk. Bayi tabung bisa saja lahir dari sebuah tabung, pun juga proses kloning yang gak butuh rahim induknya. Dan hal itu bukanlah hal yang mustahil, dengan tingkat kemajuan iptek yang dimiliki oleh manusia.

So, kemajuan ilmu pengetahuan akan semakin membawa kebenaran agama menjadi nyata. Hal2 yg dahulu dianggap supranatural, seperti kelahiran Isa Al-Masih, yang tanpa ayah, saat ini hanyalah hal yang lumrah, dengan cara ibu bayi tabung. Orang sekarang akan mudah memahami, hal-hal yang dahulu dianggap khayal, tidak masuk akal, atau bahkan keistimewaan2 tertentu. Tak ada yang aneh, semua logis, nyata dan fakta, yang mengandung kebenaran adanya.

Sesungguhnya, berbahagialah orang2 yg hidup di jaman ini dan jaman yang akan datang, karena semua kebenaran akan terungkap, bahwa apa2 yang diwahyukan oleh Allah SWT adalah benar adanya. Insyaallah..!

noel
# Postingan: 15 Agt 2007 23:41
Balasan 


AWW
Menarik juga diskusi ini...
Seharusnya emang kita ga boleh ribut benar atau salah.
Kebenaran hanya milik Allah SWT.
Saya sudah membaca semua buku pak Agus, memang menarik dan insya Allah bisa menambah ketaqwaan kita kepada Allah, pada intinya semua buku pak Agus keliatannya menyuruh kita yang dikaruniai akal untuk "mempelajari" al Qur'an, bukan sekedar membaca saja..
Selama kita membaca buku ini tidak menjadi musryik tapi tambah taqwa apa salahnya??
Seperti Ternyata Akherat Tidak Kekal, kalo pendapat hanya Allah yang Kekal dan semuanya tidak. menurut saya ya benar juga yaa...
Wallahu'alam

Yang jelas Ukhuwah tetap kita jaga.
Wassalam

den mas solo
# Postingan: 18 Agt 2007 22:54
Balasan 


yang bener kayaknya: " Ternyata Anda Dilahirkan Ya " ( dengan nada kayak orang ga tau apa-apa AKA bl*'*n )

maaf kalau salah kata.



Mudra
# Postingan: 20 Agt 2007 02:08
Balasan 


Nyeleneh, kontrofersi, atau cari sensasi selalu muncul ketika ada pemiriran yang baru mengenai islam.
Menurut saya pernyataan tersebut muncul karena kita masih berpegang teguh pada hasil pemikiran ulamak tafsir jaman dahulu kala. Seharusnya kita sekarang harus merekontruksi pemahaman kita mengenai Al Qur'an sesuai dengan perkembangan saat ini. Karena Al Qur'an merupakan wahyu Allah dan Ilmunya Allah tidak terbatas

ono maneh
# Postingan: 24 Agt 2007 15:10
Balasan 


Yang saya tahu...
Ia lahir dan ada di MIPA...
Yang saya tahu...
Ia lahir dan kini kumisan...
yang saya tahu...
Ia jadi bos disana
Yang saya tahu...
BETUL...... itu ma dekan saya di MIPA...

Arnik rahmi
# Postingan: 28 Agt 2007 00:32
Balasan 


Assalamulaikum

Heran, umat Islam sekarang ini
senangnya utak-atik hal yang seharusnya gak usah diutak atik
Bikin kontroversi, permusuhan dan kekacauan pemahaman
Eh, semua dengar, ya
Maslah umat Islam ini banyak
Kemiskuna, kebodohan dan keterbelangan
Kita dijajah habis-habisan
Kita cuma makan sampah Barat saja
Perbaiki etos kerja umat
Buat umat makin beramal
buat umat makin berukhuwah
bukan buat sensani yang gak lucu
Orang eropa, jepang, china dan Amerika sibuk membuat penelitian
untuk kemajuan dunia
ini malah urusin hal-hal gaib
itulah sebabnya kita tidak maju-maju
gaib sudah diatur dalam Islam, gak usah diurus
itu urusan Allah
kita terima saja, ente kok mau lancang!!!!
lihat akhirnya
Potensi otak cendiakiawan Islam habis untuk ngurusin hal-hal begituan
Bodoh!!!!!
Kita harus berfikir tentang penguasaan teknologi
Berfikir agar alam ini tak rusak
berfikir agar penyakit flu burung bisa dimusnahkan
disitu peran cendiakiawan muslim
bukan urusin hal-hal gaib atau aturan yang sudah baku
Itjihad boleh saja, tapi harus punya ilmu
ngakunya profesional, tapi buat pedapat bingungin agama umat
katanya Ijtihad
Coba saya tanya Gusdur, Ulil, Cak Nur itu hapal quran 30 Jus gak
Bisa bahasa Arab dengan fasih, gak
bisa ribuan Hadis, gak
Juga Ust. Mustofa juga gak?
Kalau gak, lebih baik gak usah ngomong
Masya Allah, ingat pertanggung jawaban diakhirat

Hei Cendiakawan Islam
Jangan katro dan Ndeso
gak usah urusin masalah yang sudah ditentuin
atau bermain kata-kata untuk mencari sensasional
lihat umat ini sudah bobrok dan terbelakang

Ya. Allah berikanlah peyunjuk agar mereka semua sadar. Amin

Radhana
# Postingan: 28 Agt 2007 04:25
Balasan 


Mudra
Nyeleneh, kontrofersi, atau cari sensasi selalu muncul ketika ada pemiriran yang baru mengenai islam.


Ya kalo pemikiran barunya sendiri yang mungkin nyeleneh....hehe....

biasalah, mungkin dari orang liberal, cari sensasi thok!!!
Fatwa MUI dibilang aneh dan nyeleneh, sedangkan dia sendiri sikapnya lebih aneh....sabar....sabar....


Mimin
# Postingan: 28 Agt 2007 10:48
Balasan 


Korban TU

[i]Akan tetapi kata "dilahirkan" pada jaman sekarang dengan jaman dulu jauh berbeda. Dahulu mendengar kata "dilahirkan" asosiasi pendengar langsung mengacu ke proses persalinan, yaitu dari rahim induk keluar ke dunia ini. Di jaman kemajuan teknologi biologi molekuler sekarang ini, kata "dilahirkan" menjadi beragam arti, tidak harus melalui rahim seorang induk. Bayi tabung bisa saja lahir dari sebuah tabung, pun juga proses kloning yang gak butuh rahim induknya. Dan hal itu bukanlah hal yang mustahil, dengan tingkat kemajuan iptek yang dimiliki oleh manusia.[i]

Tau dari mana bo..., kalo bayi tabung keluar dari tabung.
Ono Ono Wae!

ucek-ecek
# Postingan: 28 Agt 2007 10:49
Balasan 


Merdeka+++
Islam mengajarkan kepada untuk berpikiran baik kepada sesama, nggak bisa membayangkan gimana jadinya kalau sesama muslim saling merendahkan begitu. Kita nggak usah ngobrol ndaki-ndaki tentang Islam kalau hanya menghargai sesama muslim aja nggak mampu.

Tapi nggak apa-apa semakin kontrovesi semakin asyik, itulah dinamika.
Meng-iqro' apapun memang lebih bijaksana memandang dari multidimensi, dan menjadi sangat kurang arif apabila hanya memaksanakan sudut pandang kita yang amat sangat sempit dan terbatas sekali.

Semoga segalanya menjadi lebih baik.
Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiinn.

ucek-ecek
# Postingan: 28 Agt 2007 11:22
Balasan 


ARNIK RAHMI yang dicintai ALLAH

Orang eropa, jepang, china dan Amerika sibuk membuat penelitian
untuk kemajuan dunia
ini malah urusin hal-hal gaib
itulah sebabnya kita tidak maju-maju
gaib sudah diatur dalam Islam, gak usah diurus
itu urusan Allah
kita terima saja, ente kok mau lancang!!!!

Coooooooo :::::::
Maaf, masukan aja kalau diterima
bila tidak dibuang aja.

Meningkatkan kecerdasan tak cukup intelegensia doank,
ada banyak ruang yang juga mestinya kita tingkatkan kecerdasannya,

ADA kecerdasan emosi yang INSYA-ALLAH menjadikan diri kita lebih terkendali, atau sederhananya lebih santun dalam menyampaikan rancangan pesan.

ADA kecerdasan spiritual yang INSYA-ALLAH menjadikan diri kita semakin kecil dihadapan YANG KHALIK dan semakin meluas dan mendalamkan rasa syukur kita dihadapaNYA.

ADA kecerdasan social yang baru dirilis oleh penemu EQ - Mr Goleman yang INSYA-ALLAH makin meningkatkan value kita sebagai sesama mahluk hidup.

Ada yang menuduh IQ ternyata memberikan kontribusi kerusakan di muka bumi dan juga kontribusinya pada anutan mazab hodenisme, atau bahkan menciptakan berhala baru berupa teknologi, kekuasaan, dan lain-lain kegemaran syetan.

Semoga semuanya menjadi lebih baik, sesuai ridho-NYA.
Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii in.

Arnik rahmi
# Postingan: 28 Agt 2007 13:14
Balasan 


Assalamulaikum

Saudara Ucek-ucek yang juga dicintai Allah

Saya sepakat banget bahwa kita harus meningkatkan SQ, EQ dan IQ, karena semua itu ada dalam Islam
justru itu juga, mas yang harus dilakukan oleh para Cendikiawan Muslim
Membrantas kemiskinan itu sudah terangkum semua aspek, IQ (gimana caranya mereka dapat mandiri maka pendidikan salah satunya), EQ ( bagaimana menumbuhkan rasa simpati dan simpati kepada mereka), SQ ( bahwa menolong orang miskin itu adalah instruksi spiritual dalam Islam). Itu lah yang harus dikerjakan
kalau masalah Adam dilahirkan, IQ, EQ dan SQ nya itu jadi gak tepat sasaran. gak ada gunanya
saya yakin didalamnya ada permainan kata-kata yang membawa kita diputar-putar dalam logika dan antilogika. Aduh kasihan umat ini. Okelah dia mau seperti itu karena (maaf, saya juga NU) budaya pesantren NU sebagian besar gandrung pada Sufi yang suka bermain kata-kata dan logika, tapi sayang bukan untuk kemajuan umat agar terbebas dari kebodohan, tapi malah bikin umat makin bingung, yang makin bikin bingung makin dianggap pintar, malah dicari rasionalisasi untuk membenarkannya. makanya warga saya sebagian besar masih rendah pendidikan dan taklid buta. yang pintarnya aneh-aneh
Mas, selama teknologi yang ciptakan orang-orang yang kurang memiliki keimanan, maka rusak terus.
Ingat, mas, persediaan nuklir dunia sudah cukup untuk memusnahkan tujuh buah bumi.
Kita sebagai generasi Islam punya tanggung jawab besar. Ingat kitalah kalifah dimuka bumi ini.

Korban TU
Bayi tabung bisa saja lahir dari sebuah tabung, pun juga proses kloning yang gak butuh rahim induknya. Dan hal itu bukanlah hal yang mustahil, dengan tingkat kemajuan iptek yang dimiliki oleh manusia.[i]

Ini orang sok tahu banget
bayi tabung itu bukan berarti lahir dari tabung, misalnya Tabung gas
tapi pertemuan sperma dan sel Telur didalam wadah, dulu pakai tabung kecil. tapi setelah jadi zigot lalu ditanam dirahim.

Wass

. 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . 7 . 8 . 9 . 10 ... 22 . 23 . >>
Jawaban Anda
Bold Style  Italic Style  Underlined Style  Image Link  URL Link  Script AutoTab 
smile grin laugh
straight sad cry
frustrate angry mad
cool tongue wink
more smilies
Disable smilies

isikan kata kunci dari
gambar disamping»
» Nama 
Anda dapat mengirim pesan secara anonymously dengan mengisikan sembarang nama dalam kolom "Nama" (selama nama tersebut belum digunakan oleh Moderator), atau mengosongi kolom.
 

Powered by :: online community software miniBB™ © 2001-2010
 
Our Services